Rabu, 06 Januari 2010

Soeper Siboek

Soeper siboek...kekna bidadari siboek sekali, tapi tak satoepoen akoe memahami kesiboekannja. Selaloe sadja bilang tjapek, kesel, ataoepoen apalah....
bahkan disaat malam hari, ketika aktivitas soedah tidak terlaloe banjak bagi sebagian orang, tetaplah siboek kalaoe tidak tjapek......

Akoe djadi berpikir, bagaimanakah djika soeatoe saat akoe djadi mempersoenting bidadari jang siboek?bagaimana dengan anak - anakkoe kelak?akankah mereka mendapatkan perhatian dan kasih sajang seorang iboe jang tjoekoep?tidakkah nantinja akan mendjadi seperti kisah Djaka Taroeb dengan Dewi Nawangwoelan?

Djaka Taroeb jang ditinggalkan oleh Nawangwoelan jang kembali ke kahjangan, setiap malam boelan poernama senantiasa menggendong anaknja melihat boelan, berharap Nawangwoelan iboenja, menengoknja dan toeroen dari kahjangan......
Ah, soenggoeh soeatoe hidoep jang tragis......

sekali lagi hidoep ini adalah seboeah pilihan jang soelit, teroetama ketika dihadapkan pada apa jang namanja tjinta.....

Jah, Tjinta, tidak selaloe seindah ketika dioetjapkan, seolah begitoe agoeng....
haroeskah kita memperdjoeangkan tjinta, ataoekah kita senatiasa berpidjak pada realita?karena seolah tjinta sedjati hanjalah monopoli kisah kisah film, ataoe hanjalah sebatas dongeng sebeloem tidoer.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar